Setiap kali membicarakan kue keju, bayangan pertama biasanya jatuh pada cheesecake klasik dengan dasar biskuit renyah dan lapisan creamy di atasnya. Namun, ada satu jenis cheesecake unik yang justru tampil dengan wajah “terbakar” dan membuat siapa pun penasaran sejak pandangan pertama, dia Burnt Cheese Cake.
Kue asal Spanyol ini menghadirkan perpaduan tekstur creamy dengan permukaan gelap kehitaman yang memberi sensasi rasa berbeda. Tak heran, dalam beberapa tahun terakhir Burnt Cheese Cake menjadi primadona baru di dunia pastry.
Menariknya, kue ini ternyata cukup mudah dibuat asalkan peralatan yang digunakan mendukung. Nah, Jaya Agung Mesin akan membahas lebih jauh tentang kue yang satu ini. Yuk, simak terus!
Mengenal Burnt Cheese Cake
Sebelum belajar cara membuatnya, mari kenali dulu apa yang membedakan Burnt Cheese Cake dengan cheesecake biasa.
Jadi, Burnt Cheese Cake, atau dikenal juga sebagai Basque Burnt Cheesecake, berasal dari wilayah Basque, Spanyol. Tidak seperti cheesecake tradisional yang memakai dasar biskuit, kue ini hanya terdiri dari adonan keju yang dipanggang langsung. Hasilnya, tekstur bagian dalam terasa lebih lembut, lumer, dan benar-benar menonjolkan cita rasa keju.
Keunikan lainnya adalah lapisan atas kue yang berwarna coklat tua, bahkan hampir hitam, seakan-akan gosong. Justru inilah daya tarik utama yang membuat Burnt Cheese Cake tampil menawan di meja hidangan. Tampilan rustic ini berbeda dengan cheesecake klasik yang halus dan rapi.
Baca Juga: Ketahui 7 Metode Pembuatan Cake yang Sering Dipakai di Dunia Baking
Sejarah Singkat di Balik Burnt Cheese Cake
Kalau ditelusuri lebih jauh, ternyata Burnt Cheese Cake memiliki cerita sejarah yang menarik.
Kue ini pertama kali dipopulerkan pada awal 1990-an di sebuah kafe kecil bernama La Viña, yang terletak di San Sebastián, Spanyol. Pemilik kafe mencoba membuat variasi cheesecake tanpa dasar biskuit dan dipanggang dengan suhu lebih tinggi. Hasilnya? Permukaan kue terlihat terbakar, tapi bagian dalamnya tetap creamy.
Keunikan tersebut justru membuat banyak orang jatuh hati. Dari satu kafe kecil di Spanyol, Burnt Cheese Cake kemudian menyebar ke berbagai negara, hingga akhirnya menjadi salah satu tren pastry internasional. Kini, banyak bakery modern dan café kekinian memasukkan kue ini ke dalam menu andalan mereka.
Praktis! Rahasia Membuat Burnt Cheese Cake yang Sempurna
Setelah tahu sejarah dan ciri khasnya, muncul pertanyaan: bagaimana cara membuat Burnt Cheese Cake yang sempurna? Inilah beberapa rahasianya:
- Gunakan cream cheese berkualitas tinggi agar tekstur kue creamy dan tidak berkapur.
- Panggang pada suhu tinggi (200–220°C) selama 50–60 menit untuk mendapatkan permukaan atas gelap namun tetap lembut di dalam.
- Jangan gunakan loyang anti lengket, melainkan alasi dengan kertas roti supaya mudah dikeluarkan.
- Dinginkan di suhu ruangan terlebih dahulu, lalu masukkan ke kulkas minimal 4 jam agar tekstur lebih padat dan rasa makin sempurna.
Tips di atas memang terdengar sederhana, tapi hasilnya bisa sangat berbeda jika peralatan yang digunakan kurang mendukung. Misalnya, oven dengan suhu tidak stabil bisa membuat kue matang tidak merata.
Nah, itulah sebabnya, memiliki peralatan bakery yang tepat menjadi kunci keberhasilan dalam membuat Burnt Cheese Cake.
Baca Juga: Manfaat Bread Proofer Untuk Cake And Bakery Anda
Kesimpulan
Jadi, Burnt Cheese Cake adalah kue khas Spanyol yang berhasil mencuri perhatian dunia dengan tampilan unik dan rasa yang kaya. Dari sejarah di kafe La Viña hingga kini menjadi menu favorit di banyak bakery, kue ini membuktikan bahwa kesederhanaan bisa menghadirkan sensasi luar biasa.
Rahasia sukses membuatnya terletak pada penggunaan bahan berkualitas serta peralatan yang tepat. Dengan dukungan oven dan perlengkapan bakery modern, hasil Burnt Cheese Cake akan semakin sempurna.
Nah, ntuk itu, Jaya Agung Mesin menyediakan berbagai pilihan Bakery Equipment andalan yang dapat membantu proses produksi kue lebih cepat, efisien, dan tentu saja menghasilkan kualitas terbaik Yuk, cek produknya di sini!

